Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

Foto Kuman Menggunakan Teknologi Scanning Electron Microscope

Pernahkah anda membayangkan sesuatu yang ada di sekitar kita secara langsung, namun kita tidak menyadari sepenuhnya. Hal tersebut mungkin kita anggap "Menjijikan", tapi apakah kita tahu rupa mereka secara detail dari jarak yang super dekat dan jelas....KUMAN. Ya kuman, mungkin kita setelah mendengarnya akan merasa begidik dan akan selalu menghindarinya. Sekarang anda akan mengenali wujud dari kuman tersebut yang memang ternyata tanpa kita sadari ada di sekitar kita....

Seperti yang kita tahu kalau di kehidupan kita ini banyak juga mahluk lain yang tak kasat mata, bukan hantu loh ya… Tetapi mahluk yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Ya, kuman!! Kuman, bakteri dan sejenisnya banyak hidup disekitar kita, di sofa, tempat tidur, makanan bahkan tubuh kita sendiri.

Adalah Steve Gschmeissner seorang fotografer yang sudah lanjut usia 60 tahun, yang memfoto kuman-kuman dan serangga-serangga kecil di sekitar kita. Dan dia merupakan pemenang lomba fotografi sains. Dengan menggunakan teknologi Scanning Electron Microscope (SEM), yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan Steve mengambil gambar kuman-kuman yang berukuran mikro tersebut. Dikutip dari riskydhe.mywapblog.com Ini dia beberapa karyanya, siap-siap terkejut ya.
Kutu Sofa (Foto : hypemuch.com)
Steve berkata bahwa kuman ini ada kutu yang biasa bersarang di sofa, tempat tidur, boneka bahkan jaket kesayangan kita. Wah, ternyata setiap hari kita ditemani monster mini menyeramkan ini ya?! Mulai sekarang rajin-rajin deh bersihkan rumah kita ya?!

Kutu Hewan (Foto : randommization.com)
Pasti kamu yang memiliki hewan peliharaan kesayangan selalu memeluk bahkan mencium hewan tersebut bukan? Nah, tahu tidak kalau kutu menyeramkan diatas hidup diantara bulu-bulu hewan kesayanganmu itu? Dan dapat berbahaya juga bagi kita. Kutu ini biasa hidup di bulu anjing atau kucing. Jadi, rajin deh memandikan hewan peliharaan kita secara teratur.

Biasa jajan atau membeli makanan di pinggir jalan yang tak bersih apalagi higienis? Maka kutu di ataslah yang ikut juga kamu makan. Bayangkan saja mahluk mengerikan tersebut masuk kedalam perutmua, hiiii… Sangat mengerikan. Maka dari itu jagalah apa yang masuk ke dalam mulut kita, selalu menutup rapat makanan kita agar terjaga kebersihannya serta tak mudah tercemar udara luar.
Larva Lalat atau Belatung (Foto : hypemuch.com)
Foto diatas bukan kuman melainkan larva lalat, atau biasa disebut Belatung. Mahluk yang sangat populer di film-film Horor indonesia, seperti “Mati dengan mulut mengeluarkan Belatung” hahaha… Ternyata si Belatungnya sendiri malah lebih seram dari film horornya sendiri. Inilah bakal Lalat yang juga penyebar penyakit jika hinggap pada makanan kita.

Lalat (Foto : hypemuch.com)
Kalau tadi si belatung, sekarang si lalat yang merupakan wujud dewasa dari belatung. Seram ya mukanya, sepertinya ini lalat preman deh, sangar bener mukanya. Waspada jangan sampai hinggap di makanan kita ya?!

Itu tadi beberapa karya luar biasa dari seorang Steve Gschmeissner, foto-foto yang luar biasa, dan menurut saya sih jauh lebih seram dari foto si mak kuntilanak dan kawan-kawan, hihihihi… Tak salah kalau Steve menjadi juara pada lomba fotografi sains. Oya, satu lagi deh bonus buat pembaca setia blog ini. Apa kalian ada yang pernah di sengat tawon? Penasaran tidak bagaimana bentuk sengat tersebut? Ini dia salah satu foto Steve juga.

Sengat Tawon (Foto : telegraph.co.uk)
Seperti jarum ya? Tidak heran kalaun rasanya sakit sekali jika tersengat. Dan saya baru lihat kalau tawon juga ada bulunya ya? Hehehe, satu lagi deh bonus buat kalian yang pernah di gigit semut, mau tau kan? Bagaimana sih bentuk giginya itu? Ini dia.

Wajah Semut, Ganteng ya? (Foto : dailyartfixx.com)
Oke itu tadi karya-karya lain dari Steve, dan katanya dia juga memotret sell darah manusia juga dan tentunya dengan teknik yang sama. Luar biasa, walau di usia yang sudah tak muda, dia tetap berkarya. Semoga menginspirasi kita semua.

Nah... itulah wajah-wajah teman di sekitar lingkungan kita, jadi tak ada salahnya kita mengenali untuk di jadikan pertimbangan untuk pembelajaran agar mereka tidak betah dekat-dekat dengan kita....(emang mereka "tamu yang di undang"). JAGALAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN KITA BERSAMA....

Kamis, 19 Juli 2012

Ziarah Menjelang Ramadhan Warga Ketapang, Porong, Sidoarjo

 
 
 
 
 
 
 
Warga korban lumpur Lapindo yang berasal dari area terdampak 22 melakukan ziarah bersama di atas tanggul lumpur Lapindo, Desa Ketapang, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 17 Juli 2012. Ziarah tersebut rutin mereka lakukan setiap menjelang bulan Ramadan sejak terjadinya luapan lumpur Lapindo Mei tahun 2006.
 
(yahoo)
 
 

Kamis, 01 Juli 2010

Tentang "Achmad M. Satari"

Prof, Dr, Ir. Achmad M. Satari, M.F. dilahirkan pada tanggal 13 Maret 1933. Beliau lulus dari Fakultas Pertanian , Jurusan Kehutanan pada Tahun 1958. pada tahun 1958 ia meraih gelar Master of Forestry dari Oregon State University. Gelar selanjutnya yaitu Ph.D bidang Soil Science diraih pada tahun 1967 dari Michigan State University. Kemudian beliau diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Tanah pada tahun 1970 Institut Pertanian Bogor.

Pengalaman kerja yang dimilikinya antara lain menjadi Rektor IPB (1970-1978), Ketua Konsorsium Ilmu-ilmu pertanian (1973-1976), Direktur Pusat Penelitian Pertanian Bogor (1973-1976), Ketua Center of Excellence (UI,IPB,ITB,UGM,UNAIR) (1974-1975), Staf Ahli Mentri Muda Produksi Pangan (1978-1983), Ketua Deputi Bidang Ilmu Dasar dan Terapan (PDIT) , BPP Teknologi (1983-1990), Sekretaris Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) (1988-1990), Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) (1984-1994), Ketua Yayasan Pendidikan KESATUAN (1986-2005), Rektor Institut Sain dan Teknologi Al-kamal (1989-2006), Ketua LPPM – ISTA (2006-sekarang), Tenaga Ahli Mentri Kehutanan (1992-2001), dan Anggota Dewan Pembina Yayasan Pendidikan DANASHA (2002-sekarang).

Beliau juga pernah tergabung dalam beberapa aktivitas nonstruktural seperti Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Hutan Sagu (1984-1994), Ketua Tim Penelitian dan pengembangan Di Lembah Baliem (Wamena) dan Pegunungan Jaya Wijaya (Tiom) (1985-1995), Ketua Tim Ahli Bimas Ketahanan Pangan Depertemen Pertanian (1999-2000), Ketua Komite Reformasi dan Pembangunan Kehutanan dan Perkebunan (1998-2000), dan membantu kerjasama perhutani dengan Pesantren Darussalam , wanayasa dalam pertanian terpadu melalui pola hutan kemasyarakatan. (2001-2002).

Achmad M. Satari tercatat tergabung dalam beberapa perhimpunan profesi yaitu anggota Perhimpunan Insinyur Indonesia (1957-sekarang), Delta Phi Society (1958-sekarang), Anggota Perhimpunan Sarjana Kehutanan (1959-sekarang), Sigma Xi Society (1967-sekarang), Ketua Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (1970-1974) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (1980-sekarang)

Tanda penghargaan yang sudah diraih oleh beliau antara lain Pahala Alma dari IPB , Satya Lencana Pembangunan , Commandeur in de Leopolds orde, sebagai rektor (Belgia), Perhargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia dalam Tekhnik Pertanian , Penghargaan dari USDA dalam Soil and Water Conservation , Honorary President dari International Sago Development Center, Japan, Penghargaan Dari Universitas Cendrawasih sebagai pelopor peneliti Sagu, Penghargaan dari Yayasan Pendidikan Pesantren Al-kamal sebagai Rektor ISTA. (www.hpli.org)

Minggu, 27 Juni 2010

Prof. Dr. Otto Sumarwoto, Pejuang Lingkungan

Prof. Dr. Otto Sumarwoto, seorang tokoh lingkungan, putra terbaik bangsa yang tak ternilai lagi karya-karyanya dan peranannya dalam memberikan solusi dalam penanganan lingkungan hidup. Pria kelahiran Purwokerto pada 19 Februari 1926 sepanjang hidupnya diabdikan untuk kelestarian lingkungan hidup.

Otto Sumarwoto menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di Temanggung tahun 1941 dan MULO di Yogyakarta tahun 1944. Otto merupakan Anak keenam dari 13 bersaudara dari ayah seorang pegawai DPU zaman Belanda. Pada waktu muda Otto bercita-cita jadi ahli pertanian, namun ia sempat nyasar menjadi pelaut, hanya karena senang melihat kapal. Dia memasuki Sekolah Tinggi Pelayaran di Cilacap (1944), kemudian sempat menjadi Mualim Kapal Kayu (1944-1945).

Namun cita- citanya menjadi ahli pertanian tak pernah padam. Maka selepas menamatkan Sekolah Menengan Atas di Yogyakarta tahun 1947, dia mendaftar di Fakultas Pertanian Klaten. Namun tiba-tiba Belanda datang menyerbu Indonesia, kemudian Otto bergabung ke TRIP 1948 – 1949. Setelah situasi tenang, pada tahun 1949 dia kembali kuliah di Fakultas Pertanian UGM, dan lulus dengan cum laude pada tahun 1954. Kemudian dia pun semangat mengajar di almamaternya. Sebelumnya dari tahun 1952, dia sudah menjadi Asisten Botani Fakultas Pertanian UGM.

Setelah lulus sebagai insinyur pertanian dari UGM, dia menjabat Asisten Ahli Fakultas Pertanian UGM pada 1955. Kemudian meraih gelar Doktor filosofi tanaman (Plant Physiology) dari Universitas California, Berkeley, AS dengan disertasi berjudul “The Relation of High Energy Phospate to Ion Absorption by Excised Barley Roots” pada tahun 1960. Saat pulang ke Indonesia, Otto kembali ke UGM dan menjadi Guru Besar Ilmu bercocok tanam di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM.

Setelah beberapa tahun mengajar di UGM, kemudian Otto dipercaya menjadi Direktur Lembaga Biologi Nasional (LBN) di Bogor (1964-1972). Disini dia mendalami biologi molekuler, bidang yang memerlukan peralatan rumit dan mahal. Otto makin tertarik pada ekologi lingkungan, kendati masih terbatas pada ekologi tumbuh-tumbuhan.

Pada saat yang bersamaan, dia juga menjabat Direktur SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) dan Biotrop Bogor 1968 – 1972. Lalu sejak tahun 1972 dia aktif sebagai guru besar Tata Guna Biologi UNPAD. Selain itu, dia juga menjabat Direktur Lembaga Ekologi UNPAD 1972 yang kemudian mengubah namanya menjadi Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL). Sejak di lembaga tersebut, Otto dikenal sebagai seorang ahli yang sering melontarkan pernyataan kontroversial.

Pada tahun 1993 Otto bergabung dengan Business Council for Sustainable Development yang diketuai Bob Hasan, tokoh bisnis yang dikenal kontroversial dan sangat dekat dengan penguasa Orde Baru. Otto sadar bisa dituduh jual diri dengan menerima jabatan Direktur Eksekutif di lembaga yang melibatkan Bob Hasan tersebut. Tapi Otto punya alasan sendiri yang bukan soal ekonomi. Saat itu, ia melihat ada usaha dari penguasa kearah yang baik. Masalah lingkungan juga bisnis baru, seperti tekhnologi pengolahan limbah, serta tekhnologi pengurangan asap dan bau.

Saat pensiun, otto menerima “hadiah mewah” dari rekan – rekannya berupa seminar besar yang dihadiri 400 orang. Ini membuktikan bahwa ia memiliki dedikasi yang tinggi dalam lingkungan. Kepakaran tentang lingkungan hidup tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Terbukti pada tahun 1993, Otto memperoleh gelar Doctor Honoris Causa dari Wageningen Agriculture University di Belanda, karena dinilai berjasa mengembangkan konsep pekarangan dan pemikiran tentang kaitan hutan dan lingkungan.

Setelah memasuki masa pensiun, Otto bukan berhenti begitu saja dari aktifitas keilmuannya, ia terus mengajar di UNPAD, UI dan UGM, pembicara diberbagai seminar dan diskusi. Bahkan setelah pensiun, Otto masih rajin membaca dan menulis. Karya tulisannya yang terakhir adalah Atur Diri Sendiri : Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup, Yogyakarta , UGM Press (2001).

Karya – karya dari Prof. Dr. Otto Sumarwoto antara lain :

1. The Alang – Alang Problem in Indonesia, paper, wasthe Tent Pasific of High School Biology Teaching in Indonesia, Kadarsan & O. Sumarwoto, IUCN Publications, 1968.
2. Ecological Aspects of Development, Elsevier Publishing Co, Amsterdam, Prinsip Sistem Penafsiran Pengaruh Lingkungan, Bandung, Lembaga Ekologi Unpad (1974).
3. Environmental Education and Research in Indonesian Universities, Singapore, Maruzen Asia : Jaring-jaring Kehidupan Mengenai Amdal, Indrapress, 1981.
4. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Jakarta, Djambatan (1983).

5. Indonesia dalam Kancah Isu Lingkungan Global, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama (1991).

Atas pengabdiannya pada lingkungan, Otto banyak menerima berbagai penghargaan, diantaranya yaitu Bintang Mahaputra Utama (1981), dan Satyalencana Kelas I (1982), dan Order of the Golden Ark dari Negeri Belanda.

Pejuang lingkungan Otto Sumarwoto (82) tutup usia di Bandung pada selasa, 1 April 2008, sekitar pukul 00.05 wib akibat sakit yang dideritanya. Kemudian dimakamkan di TPU Sirnaraga sekitar pukul 10.00. "Pendekar Lingkungan Hidup" dari UNPAD itu meninggalkan seorang istri Ny Ijah (78), tiga putri dua putra serta tiga orang cucu. Kepergian Otto Sumarwoto merupakan kehilangan yang sangat besar bagi dunia lingkungan hidup. Namun semangat dan karya-karyanya akan terus berjuang untuk melestarikan lingkungan.
(www.hpli.org)

Biografi "Emil Salim"

Emil Salim (lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930, adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007 dan dilantik kembali untuk periode kedua pada 25 Januari 2010. Sebelumnya ia beberapa kali menjabat sebagai Menteri, antara lain Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas, Menteri Perhubungan (Kabinet Pembangunan II 1973-1978), Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III 1978-1983) dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Pembangunan V 1983-1993)

PENDIDIKAN
- Frobel School, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (1935-1936)
- Europesche Lagere School, Banjarmasin (1936-1940), Lahat (1940-1942)
- Dai Ichi Syo-Gakko, Palembang, Sumatera Selatan (1942-1944)
- Sekolah Menengah Umum Pertama, Palembang (1945-1948)
- SMAN 1 Bogor, Jawa Barat (1948-1951)
- Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1951-1958)
- University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Department of Economics (1959-1964), (Master of Arts, 1962; Ph.D, 1964 dengan disertasi berjudul Institutional Structure and Economic Development)

KARIER
  • Tim Penasihat Ekonomi Presiden (1966)
  • Anggota Tim Penasihat Menteri Tenaga Kerja (1967-1968)
  • Anggota Tim Teknis Badan Stabilitas Ekonomi (1967-1969)
  • Dosen Seskoad dan Seskoal (1971-1973)
  • Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas (1971-1973)
  • Menteri Perhubungan (Kabinet Pembangunan II 1973-1978)
  • Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III 1978-1983)
  • Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV-V 1983-1993)
  • Guru Besar FEUI (1983)
  • Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN-1999)

KARYA
  • Kembali ke Jalan Lurus (kumpulan esai 1966-1999)
  • Lingkungan Hidup dan Pembangunan (1981)
  • Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia (1976)
  • Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan (1974)
  • Collection of Writings (1969-1971)
LAIN-LAIN
  • Anggota Korps Mobilisasi Pelajar Siliwangi (1950)
  • Ketua IPPI Bogor (1949)
  • Ketua Tentara Pelajar Palembang (1946-1949)
  • Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Indonesia (1992)
  • Ketua Tim Screening UNDP (1999)
  • Anggota Dewan Pembina Yayasan Kehati
  • Ketua Delegasi Indonesia dalam Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali (3-14 Desember 2007)

Selasa, 05 Januari 2010

Pidato Anak Itu Membungkam Pemimpin - Pemimpin Negara...

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut:

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya."

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu" .

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

(Sumber: The Collage Foundation)
------------ --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- ------
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia."

http://www.facebook.com/album.php?aid=13579&id=1820575872&saved#/topic.php?uid=31959461774&topic=12092

Jumat, 09 Oktober 2009

AWASSS...!!! ADA BOM WAKTU di DUSUN JANGANASEM

Sidoarjo, 7 Juni 2009
Semburan lumpur Lapindo yang sudah berlangsung selama tiga tahun tanpa pemulihan kondisi korban seakan tidak membuat jera pemerintah maupun perusahaan Migas. Tidak jauh dari wilayah semburan dan desa-desa yang ditenggelamkan telah dilakukan pemasangan jaringan pipa distribusi gas yang dilakukan oleh PT. PGN.

Dusun Janganasem desa Trompoasri yang terletak di kecamatan Jabon, Sidoarjo, kini menerima giliran pemasangan. Tanpa bisa menunjukkan surat ijin dan persetujuan dari warga yang dilintasi jaringan pipa, pihak perusahaan telah melakukan pemasangan sejak bulan Februari 2009. Tidak hanya itu, beberapa bulan sebelumnya, Agustus 2008, mobilisasi pipa ternyata sudah dilakukan.

Jalan utama dusun Janganasem yang dipasang jaringan pipa gas dibagian tengahnya, digunakan sekurangnya 3.000 jiwa warga dusun ini. Minimal 800 jiwa yang terdiri dari 400 anak-anak dan 400 orang dewasa, akan selalu berada dalam resiko besar setiap saat. Jalan yang sama setidaknya juga dilewati ribuan warga dari 10 warga desa lain. Sungguh tidak terbayangkan jumlah warga akan hidup dalam resiko besar ledakan pipa gas yang tidak dapat diketahui hingga kapan.

Kejadian ledakan pipa gas 22 November 2006 akibat pergerakan tanah di wilayah semburan merupakan hal yang paling ditakutkan oleh warga. Pemasangan yang kini masih terus berlanjut meski warga sudah meminta penghentian tidak menyurutkan langkah perusahaan. Pada 4 Juni 2009, Militer dan Polri dalam jumlah berlipat dari jumlah warga yang berupaya menghentikan proyek pemasangan, sangat nampak tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi warga.

‘Saat kami minta perusahaan menunjukkan ijin, mereka tidak bisa melakukannya’ , ujar Fadholy. Ia juga menambahkan bahwa segala upaya telah dilakukan oleh warga untuk bisa terhindar dari resiko keberadaan gas yang hanya berjarak 2 meter dari rumah mereka. ‘Kami meminta jalur distribusi ini dipindahkan dari jalan utama dan tidak di wilayah permukiman’, kata Fadholy warga Janganasem ini menegaskan.

Pada tanggal 29 April 2009, Bupati Sidoarjo pernah menyampaikan bahwa sebelum ditandatangani ijin dan disetujuinya proyek ini, masalah dengan warga seharusnya sudah diselesaikan. Namun, inilah praktek pembangunan di negeri ini, proyek berjalan meski warga menolaknya.

Selain resiko besar yang menjadi ketakutan warga dusun Janganasem, saat ini pelaksanaan proyek sudah sangat mengganggu warga yang biasanya menggunakan jalan di dusun Janganasem karena peralatan dan pengerjaan proyek yang hampir menutup seluruh jalan. Beberapa saluran irigasi sudetan untuk sawah juga terganggu akibat pemasangan pipa ini. Berpuluh hektar sawah yang bergantung dengan jaringan irigasi dipastikan tidak akan mendapatkan debit air seperti semula.

WALHI yang menurut kesaksian warga saat berdialog dengan pimpinan lapangan proyek di polsek Jabon pernah dicatut namanya telah memberikan rekomendasi telah dibantah oleh Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur saat menemui warga pada bulan Mei 2009. ‘Tidak benar itu, WALHI tidak pernah memberikan rekomendasi proyek-proyek apapun, apalagi ini proyek migas yang selalu tidak menempatkan keselamatan dan kesejahteraan warga sebagai bagian penting usahanya’, tegas BC Nusantara.

Ia juga menegaskan, ‘Bupati harus bisa tegas untuk melindungi dan menyelamatkan warganya, tidak benar kalau warga dibiarkan sendiri menghadapi tekanan besar dari perusahaan’. Kejadian semburan lumpur lapindo yang hanya berjarak beberapa desa semakin meluas dampaknya kepada warga Janganasem. Meski tidak secara langsung, namun jaringan distribusi gas merupakan proyek yang sama mengenai eksploitasi gas di perut bumi Sidoarjo.

Puluhan warga Dusun Janganasem berencana mengadukan masalahnya kepada wakil rakyat di gedung DPRD Sidoarjo pada Senin, 8 Juni 2009. ‘Semoga di masa akhir tugas anggota dewan, mereka bisa benar-benar menunjukkan bakti dengan membela keselamatan kami,’ ujar Fadholy penuh harap. (sumber : http://www.walhi.or.id/)

Senin, 05 Oktober 2009

FOTO GEMPA PADANG 30 September 2009

Pusat Titik Gempa

Hotel AMBACANG sebelum & setelah Gempa





Kami akan terus berusaha mengup-date foto2 terbaru dari berbagai sumber sebagai informasi semata (bersambung...)

RANAH MINANG BERDUKA

Indonesia mendapatkan cobaan yang bertubi-tubi, setelah gempa tektonik 7,3 SR (pk.14.55) yang meluluh lantakkan wilayah kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, satu lagi gempa serupa yang lebih dahsyat menggoyang Ranah Minang yang terkenal dengan pemandangan eksotis dan menawan. Perkiraan sementara gempa yang lebih dahsyat dari gempa Tasikmalaya ini sudah menelan korban jiwa mencapai 788(check lagi sumber terbaru) jiwa lebih dan diperkirakan 450 orang belum diketemukan, dipotensikan akan menambah korban jiwa.

Gempa yang berkekuatan 7,6 SR ini begitu dahsyat hingga dapat dirasakan oleh beberapa titik wilayah negara sahabat (Malaysia dan Singapura). Sampai saat ini sejumlah negara sudah memberikan bantuan kemanusiaan berupa tenaga medis dan sukarelawan untuk membantu mengevakuasi korban-korban bersama tenaga-tenaga medis lokal.
Kita semua patut menundukkan kepala, merasakan duka terhadap semua korban. Mereka semua adalah saudara kita, berikanlah yang terbaik bagi mereka agar semua duka lebih ringan untuk di emban....
RENUNGAN....
Sudah sepantasnyalah kita merenung diri, alam semakin tua... Bagaimana cara kita menghormati alam dengan tingkah laku kita sehari-hari. Alam adalah 100% ciptaan Tuhan YME. Segeralah kita berserah diri kepada sang pencipta bagaimana kita menyikapi alam yang semakin tua tersebut. Semoga dengan bencana ini kita semakin ingat dan semakin bijak dalam menghadapi cobaan.... tundukkan kepala dalam-dalam... RENUNGKANLAH.....!!! (Cobaankah ini.... Tegurankah ini... Azabkah ini....). Jangan menjawab dengan saling menyalahkan satu sama lain... tanyakanlah pada diri sendiri karena itu yang terdekat dengan raga kita... Semua itu RahasiaNYA... Harus bagaimankah kita terhadapNYA.....

Anda Adalah Pengunjung Blog Yang Ke :